Menko Airlangga Ungkap Satgas Debottlenecking RI dalam Dialog Bersama USABC
3 mins read

Menko Airlangga Ungkap Satgas Debottlenecking RI dalam Dialog Bersama USABC

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan dan dialog dengan United States–ASEAN Business Council (USABC) pada 22 Desember 2025.

Pertemuan tersebut berlangsung di sela rangkaian kunjungan kerja Airlangga ke Amerika Serikat (AS) dalam rangka penyelesaian perundingan perdagangan resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART). Agenda ini digelar di Washington DC, Selasa (23/12).

Dialog dengan USABC dimanfaatkan untuk menyerap masukan langsung dari pelaku usaha AS terkait perkembangan perundingan perdagangan resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Komitmen Pemerintah Indonesia kepada Pelaku Usaha AS

Airlangga menegaskan, pertemuan ini menjadi salah satu wujud komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendorong perbaikan ekosistem bisnis nasional, khususnya bagi investor asing.

Ia menyampaikan bahwa pertemuan dengan Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) telah menyepakati isu-isu utama dan teknis yang menjadi substansi dokumen ART.

“Dokumen ART akan ditandatangani oleh Presiden Prabowo dan Presiden Trump sebelum akhir Januari 2026,” ujar Airlangga.

Diskusi utama dalam dialog tersebut mencakup perkembangan terkini perundingan perdagangan resiprokal RI–AS, yang sebelumnya juga dibahas Airlangga dalam pertemuan dengan Ambassador Greer dari USTR pada hari yang sama.

Akses Pasar untuk Produk AS

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan, hasil utama pertemuan meliputi komitmen Indonesia untuk membuka akses pasar bagi produk AS, mengatasi hambatan non-tarif, serta memperkuat kerja sama di bidang perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial.

Di sisi lain, Amerika Serikat berkomitmen memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan produk lainnya.

Airlangga menambahkan, capaian signifikan dalam perundingan ART ini disambut positif oleh perusahaan-perusahaan AS yang telah berinvestasi dan beroperasi di Indonesia.

“Perkembangan ART menunjukkan semakin kuatnya komitmen Pemerintah Indonesia dalam menjaga iklim investasi yang kompetitif dan menjanjikan bagi investor,” katanya.

Pembentukan Satgas Debottlenecking

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga memaparkan berbagai isu investasi dan perdagangan, mulai dari deregulasi, perubahan aturan devisa hasil ekspor, hingga komitmen Indonesia dalam perundingan dagang dengan AS.

Ia menegaskan, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking untuk mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi dunia usaha.

“Satgas Debottlenecking dibentuk secara khusus untuk menyelesaikan seluruh kendala yang dialami pelaku usaha di Indonesia,” jelas Airlangga.

Peluang Investasi Perusahaan AS

Pertemuan ini turut membahas peluang kerja sama dan investasi perusahaan AS di berbagai sektor, seperti alat kesehatan, keuangan digital, produk makanan, hingga alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Sejumlah perusahaan besar AS yang terlibat dalam pembahasan antara lain GE Healthcare, Chubb, Visa, PepsiCo, dan Lockheed Martin.

Di akhir pertemuan, perwakilan USABC menyampaikan komitmen untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, termasuk dalam mengawal implementasi hasil perundingan perdagangan resiprokal RI–AS.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Staf Khusus Rizal Mallarangeng, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.

Sementara itu, perwakilan perusahaan AS yang hadir antara lain Cargill, Freeport, Citi, Chubb, Visa, McLarty Associates, Vriens & Partners, DGA Group-ASG, Dow Chemical, serta sekitar 20 perusahaan anggota USABC lainnya.

Sumber Merdeka.com