Demokrat Berbalik Dukung Pilkada Via DPRD, Begini Analisis IPR
Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai alasan Partai Demokrat yang tiba-tiba berubah dengan mendukung Pilkada dipilih DPRD. Menurutnya, Partai Demokrat mempertimbangkan efek timbal balik terhadap partainya sebelum memutuskan mendukung Pilkada dipilih oleh DPRD.
“Demokrat tidak langsung mendukung wacana Pilkada melalui DPRD kemarin, saat Golkar, Gerindra, PKB dan PAN menyatakan dukungan langsung, karena demokrat mempertimbangkan efek timbal balik terhadap partainya jika langsung mendukung Pilkada melalui DPRD tersebut,” kata Iwan kepada awak media di Jakarta, Jumat,(9/1/2026).
Iwan mengakui, bila partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY ini memang terlihat dilematis dalam hal pelaksanaan Pilkada tidak langsung atau dipilih DPRD.
Pasalnya, kata dia, pada tahun 2014, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semasa menjabat sebagai Presiden mengeluarkan Perppu terkait pembatalan pemberlakuan perubahan sistem pilkada dari langsung dipilih oleh rakyat ke DPRD.
“Karena besarnya perlawanan dan desakan publik pada saat itu,” jelas Iwan.
Oleh sebab itu, Iwan merasa, Demokrat mempertimbangkan sebelum memutuskan lantaran khawatir akan dinilai publik tidak konsisten dan tidak bisa mempertahankan apa yang diputuskan SBY di 2014. Terlebih, SBY saat ini masih menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.
“Intinya, Demokrat takut kehilangan pemilih dan suara di 2029 mendatang,” pungkas Iwan.
