Bupati Sumedang Tegaskan Komitmen Kuat dalam Pencegahan Korupsi, Ajak Aparatur Berani Menolak
3 mins read

Bupati Sumedang Tegaskan Komitmen Kuat dalam Pencegahan Korupsi, Ajak Aparatur Berani Menolak

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, baru-baru ini menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam upaya pencegahan korupsi di lingkungan aparatur. Ia secara tegas mengingatkan seluruh jajaran untuk menjauhi praktik tercela tersebut demi menjaga integritas serta moralitas dalam menjalankan tugas. Seruan penting ini disampaikan dalam momen peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang berlangsung di Sumedang, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony menekankan bahwa nilai moral, kejujuran, dan keadilan harus menjadi pondasi utama bagi setiap aparatur dalam pengabdian kepada masyarakat. Ia secara langsung mengajak setiap individu di pemerintahan untuk memiliki keberanian mengatakan “tidak” pada segala bentuk korupsi. Langkah ini krusial untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan terpercaya di mata publik.

Menurut Bupati, peringatan Hakordia tidak boleh hanya bersifat seremonial belaka, melainkan harus mampu memberikan dampak psikologis yang mendalam. Perubahan perilaku nyata dan peneguhan nilai-nilai antikorupsi harus menjadi indikator keberhasilan utama dari peringatan ini. Ini merupakan strategi vital untuk memperkuat budaya integritas di seluruh lini pemerintahan Sumedang.

Meneguhkan Integritas dan Nilai Moral dalam Pelayanan Publik

Bupati Dony Ahmad Munir secara eksplisit menyatakan bahwa setiap aparatur dalam mengabdi atau bekerja harus berlandaskan pada nilai moral yang kuat. “Dalam mengabdi atau bekerja, kita memiliki pondasi berupa nilai moral, kejujuran, dan keadilan. Kita harus menjadi bagian yang mengatakan tidak pada korupsi,” ujarnya, menekankan pentingnya prinsip ini. Pondasi ini esensial untuk memastikan setiap kebijakan dan pelayanan yang diberikan berpihak pada kebaikan umum.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberhasilan peringatan Hakordia diukur dari adanya perubahan signifikan dalam diri setiap individu aparatur. Nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, keterbukaan, dan partisipasi aktif masyarakat harus menjadi dasar dalam setiap aspek pekerjaan. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan bebas dari potensi penyimpangan.

Bupati juga mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk menjadi garda terdepan dalam menolak korupsi. Semangat antikorupsi harus senantiasa hadir dan membimbing setiap keputusan yang diambil, setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, serta setiap rupiah anggaran yang dikelola. Dana publik adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

Membangun Budaya Antikorupsi Melalui Pendidikan dan Apresiasi

Pada kesempatan yang sama, Bupati Dony turut memberikan apresiasi tinggi terhadap karya kreativitas siswa-siswi di Sumedang. Para pelajar ini berhasil menyuarakan pesan moral dan kritik sosial yang kuat melalui medium puisi dan musik. Penampilan mereka menjadi bukti bahwa pendidikan antikorupsi dapat diintegrasikan secara inovatif dan efektif.

Bupati menilai bahwa penampilan para pelajar tersebut bukan hanya sekadar hiburan, melainkan sebuah pengingat penting. Pesan-pesan yang disampaikan melalui seni mengingatkan seluruh pengelola negara tentang betapa krusialnya integritas. Integritas adalah amanah yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh, tidak boleh dikhianati demi kepentingan pribadi atau golongan.

“Saya memberikan apresiasi kepada Inspektorat Daerah dan Dinas Pendidikan yang telah mengembangkan pendidikan antikorupsi di Sumedang,” kata Bupati Dony. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini. Melalui puisi dan musik, para pelajar secara efektif mengingatkan bahwa integritas adalah amanah yang tidak boleh dikhianati, sebuah pelajaran berharga bagi semua.

Sumber: AntaraNews