Desa Ambesia Selatan Dikembangkan Jadi Sentra Hasil Laut Berbasis Energi Terbarukan
1 min read

Desa Ambesia Selatan Dikembangkan Jadi Sentra Hasil Laut Berbasis Energi Terbarukan

Desa Ambesia Selatan, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi lokasi program pemberdayaan masyarakat perikanan berbasis teknologi energi terbarukan. Program ini berlangsung selama tiga tahun, sejak 2023 hingga 2025, dengan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema desa binaan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Tadulako dan Universitas Alkhairaat yang dipimpin Dr Yuli Asmi Rahman. Program difokuskan pada pengembangan sentra hasil laut yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Pada tahun pertama, 2023, tim melakukan sosialisasi dan pelatihan penggunaan Lampu Pemanggil Ikan (LAPIKA) berbasis tenaga surya. Teknologi ini membantu mempercepat pengumpulan ikan di bagan dan mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak nelayan hingga 50 persen.

Memasuki tahun kedua, 2024, kegiatan diarahkan pada pengolahan hasil tangkapan melalui penerapan Solar Dryer Dome yang terintegrasi dengan PLTS. Teknologi ini menggantikan metode pengeringan tradisional yang bergantung cuaca. Produk olahan seperti bakso ikan, nugget ikan, dan pupuk organik dari limbah ikan mulai dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah.

Pada tahun ketiga, 2025, tim meluncurkan Sistem Informasi Tangkapan Nelayan dan Pemasaran (SITANPAS). Sistem ini memudahkan nelayan menjual hasil tangkapan secara daring secara lebih mudah dan transparan. Pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pengajuan merek produk lokal juga dilakukan.

Program ini dinilai berhasil membangun ekosistem nelayan yang mandiri dan berkelanjutan. Desa Ambesia Selatan pun diarahkan menjadi laboratorium technopark di bidang perikanan, energi terbarukan, dan ekonomi pesisir.

Sumber Merdeka.com