KemenPU Ungkap Aceh Jadi Daerah dengan Kerusakan Infrastruktur Terparah di Sumatra
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan darurat dan aksi tanggap bencana di wilayah Sumatra. Dari hasil pemantauan, Provinsi Aceh menjadi daerah dengan kerusakan infrastruktur paling parah.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, hingga kini masih ada sejumlah wilayah di Aceh yang terisolasi karena akses jalan belum sepenuhnya terbuka. Salah satu daerah terdampak berada di Aceh Tengah.
“Dari pantauan kami, yang paling parah memang Aceh. Sampai sekarang Aceh Tengah belum 100 persen terbuka dan masih terisolasi,” ujar Dody dalam media briefing di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).
Dody menjelaskan, meski sebagian ruas jalan sudah berhasil dibuka, kendaraan yang dapat melintas masih sangat terbatas. Kendaraan berukuran besar belum bisa masuk ke lokasi terdampak, sehingga distribusi bantuan di beberapa titik masih harus menggunakan jalur udara.
“Kendaraan besar belum bisa masuk. Penyaluran bantuan di beberapa lokasi masih dilakukan melalui udara,” kata Dody.
Selain Aceh, kerusakan infrastruktur juga terjadi di Sumatera Barat, terutama di wilayah kabupaten yang terdampak banjir dan longsor. Berdasarkan data per 17 Desember 2025, Kementerian PU mencatat terdapat 1.413 titik kerusakan infrastruktur akibat bencana di tiga provinsi.
Rinciannya, di Aceh terdapat 477 titik kerusakan, terdiri dari 419 titik akibat banjir dan 58 titik akibat longsor. Di Sumatera Utara, tercatat 306 titik kerusakan, dengan 180 titik terdampak banjir dan 126 titik longsor. Sementara itu, Sumatera Barat mencatat 630 titik kerusakan, terdiri dari 427 titik akibat banjir dan 203 titik akibat longsor.
“Untuk mempercepat penanganan di lapangan, kami telah menyalurkan 831 unit alat berat ke daerah terdampak,” ujar Dody.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya penambahan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di Sumatra. Hingga kini, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.053 jiwa.
“Jumlah ini merupakan hasil rekapitulasi terbaru operasi pencarian dan pertolongan. Sebelumnya, korban meninggal tercatat sebanyak 1.030 jiwa per 15 Desember 2025,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Abdul menyebut penambahan korban meninggal terjadi di Aceh dan Sumatera Utara. Di Aceh, korban bertambah 18 jiwa, dengan rincian 1 jiwa di Aceh Utara dan 17 jiwa di Aceh Tamiang. Sementara di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, korban meninggal bertambah menjadi 5 jiwa.
“Secara total, korban meninggal dunia terdiri dari Aceh sebanyak 449 jiwa, Sumatera Utara 360 jiwa, dan Sumatera Barat 244 jiwa,” ujar Abdul.
Sumber RRI.co.id
