Layanan Kereta Khusus Pedagang dan Petani Disambut Positif
1 min read

Layanan Kereta Khusus Pedagang dan Petani Disambut Positif

Operasional layanan kereta khusus pedagang dan petani di Banten mendapat respons positif dari masyarakat. Fasilitas ini dinilai membantu mobilitas harian pelaku usaha mikro dan petani.

Ratusan pedagang kecil telah mendaftarkan diri sebagai pengguna layanan tersebut. Mereka merasa terbantu dengan tarif terjangkau dan fasilitas yang nyaman.

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Muhammad Purnomosidi mengatakan, hingga kini belum ada keluhan dari pengguna layanan kereta khusus tersebut.

“Belum ada masukan negatif. Mereka senang karena ada AC sentral, tempat duduk, dan tarif tiket Rp3.000,” kata Purnomosidi, Rabu (7/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat Program Pro3 Siniar di Kantor Pusat KCI, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat.

Selain layanan kereta khusus, KCI juga fokus meningkatkan kualitas layanan melalui peremajaan armada kereta listrik di wilayah Jabodetabek.

Manajemen KCI telah mendatangkan rangkaian kereta baru dari industri dalam negeri serta pabrikan luar negeri. Sejumlah kereta buatan CRRC Tiongkok kini telah beroperasi di lintas Bogor–Jakarta dan Cikarang.

“Sebanyak 11 rangkaian kereta baru sudah beroperasi di rute Bogor dan Cikarang,” kata Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan.

Selain itu, KCI juga menyiapkan belasan rangkaian kereta produksi PT Industri Kereta Api (INKA) untuk menggantikan armada lama. Langkah ini dilakukan untuk mendukung target pelayanan hingga satu juta pengguna per hari.

Peningkatan infrastruktur stasiun juga menjadi prioritas perusahaan. Stasiun Tanah Abang disiapkan sebagai pusat transit untuk mendukung integrasi antarmoda transportasi.

“Stasiun Tanah Abang sudah memiliki wajah baru. Mari kita jaga fasilitasnya agar tetap berkelanjutan,” ujar Purnomosidi.

Ke depan, KCI menargetkan integrasi jadwal operasional seluruh moda transportasi publik dapat diakses secara mudah melalui perangkat digital masyarakat.