Volume Perdagangan Emas Fisik Digital Melonjak 25,20 Persen
2 mins read

Volume Perdagangan Emas Fisik Digital Melonjak 25,20 Persen

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencatat pertumbuhan signifikan pada perdagangan pasar emas fisik secara digital sepanjang 2025. Volume transaksi mencapai 58.654.322 gram, tumbuh 25,20 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 46.849.357 gram.

Dari sisi nilai, transaksi perdagangan emas fisik digital di ICDX pada 2025 mencapai Rp115,6 triliun. Angka ini melonjak 101,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level Rp57,5 triliun.

Direktur ICDX Nursalam mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap pembelian emas fisik secara digital melalui bursa berjangka terus meningkat.

“Minat masyarakat Indonesia terhadap pembelian emas fisik secara digital melalui bursa berjangka semakin kuat,” ujar Nursalam dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut. Pertama, kemudahan transaksi karena masyarakat tidak perlu lagi datang ke gerai penjualan emas dan cukup menggunakan aplikasi di ponsel pintar.

Kedua, digitalisasi yang semakin meluas di berbagai sektor turut memengaruhi cara masyarakat berinvestasi, termasuk dalam pembelian emas. Ketiga, generasi muda yang telah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri mulai menjadikan emas digital sebagai instrumen investasi sesuai kemampuan finansial mereka.

Melihat tren positif ini, ICDX optimistis volume transaksi pada 2026 dapat tumbuh hingga 30 persen. ICDX juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Nursalam menegaskan, perdagangan emas fisik secara digital di ICDX memiliki mekanisme yang aman dan terjamin. Sistem ini berada di bawah pengawasan pemerintah melalui Bappebti, didukung lembaga kliring sebagai penjamin dan penyelesai transaksi, serta lembaga depository yang bertugas menyimpan emas fisik yang diperdagangkan secara digital.

“Mekanisme ini kami pastikan aman dan transparan bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Komunikasi Bisnis Universitas Islam Nusantara Bandung Yoyok Prasetyo menilai meningkatnya minat investasi emas digital merupakan perkembangan positif bagi dunia investasi nasional.

Menurutnya, emas digital dapat menjadi alternatif untuk memperkaya portofolio investasi masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi berkelanjutan kepada publik, khususnya terkait aspek keamanan transaksi.

“Keamanan menjadi faktor utama yang diperhatikan masyarakat dalam mengambil keputusan investasi. Karena itu, edukasi harus terus diperkuat,” kata Yoyok.

Sumber AntaraNews.com