Jasaraharja Putera Catat Kenaikan Premi Rp1,6 Triliun, Fokus Penguatan Asuransi Berkelanjutan
PT Jasaraharja Putera membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan internal (unaudited), anak usaha PT Jasa Raharja ini mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 16,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di tengah persaingan industri asuransi yang semakin ketat.
Hingga akhir Desember 2025, pendapatan premi bruto perusahaan mencapai Rp1,6 triliun. Angka ini tumbuh sekitar 10 persen secara tahunan atau year-on-year. Kinerja positif tersebut ditopang oleh strategi bisnis yang adaptif serta penguatan portofolio produk di berbagai wilayah operasional.
Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menyampaikan bahwa pertumbuhan perusahaan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian. Fokus utama diarahkan pada investasi yang prudent serta pencadangan yang terukur.
“Kami tumbuh sesuai dengan fokus perusahaan. Investasi yang hati-hati, menjaga kepercayaan industri dan reasuransi, serta pencadangan yang terukur menjadi kunci keberlanjutan bisnis,” ujar Abdul Haris dalam keterangannya, Sabtu (3/1).
Selain mencatatkan pertumbuhan laba, Jasaraharja Putera juga mengukuhkan posisi sebagai pemimpin pasar pada lini bisnis Suretyship. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), perusahaan menguasai pangsa pasar nasional sebesar 33,92 persen di segmen tersebut.
Kinerja Suretyship ditopang oleh underwriting yang disiplin. Loss ratio tercatat sebesar 13,16 persen pada kuartal III-2025. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yang berada di level 36 persen. Di lini Liability atau Tanggung Gugat, perusahaan juga mampu menjaga daya saing dengan menempati peringkat ketiga secara nasional.
Dari sisi kesehatan keuangan, tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) perusahaan berada di level 346,70 persen. Capaian ini melampaui ketentuan minimum regulator sebesar 120 persen dan mencerminkan kondisi permodalan yang sangat kuat.
Ke depan, Jasaraharja Putera akan melanjutkan transformasi digital pada proses layanan dan klaim untuk meningkatkan efisiensi operasional. Penguatan sumber daya manusia juga menjadi prioritas, salah satunya melalui partisipasi 108 pegawai dalam Program Profesi AAMAI.
Dengan fondasi keuangan yang kuat dan strategi yang terarah, Jasaraharja Putera optimistis dapat menjaga kinerja positif sekaligus berkontribusi dalam memperkuat daya saing industri asuransi nasional.
Sumber MediaIndonesia
