Partai Demokrat Pangkep Ajak Gen Z Melek Politik
DPC Partai Demokrat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bertema “Perspektif Politik Gen Z” di Aula SMKN 1 Pangkep, Selasa (10/12/2025).
Program ini menyasar para siswa sebagai generasi muda yang dinilai memiliki peranan penting dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia.
Kepala SMKN 1 Pangkep, Saharuddin Rahmat, membuka kegiatan dengan mengingatkan para siswa untuk memahami pentingnya pendidikan politik sejak dini.
“Anak-anakku ini adalah penentu masa depan. Ambillah pelajaran dari para pemateri hari ini, karena pengetahuan politik itu penting sebagai bekal kalian nanti,” ujarnya dalam sambutan.
Ia turut mengapresiasi Demokrat Pangkep yang menghadirkan edukasi politik langsung ke sekolah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Demokrat yang sudah hadir dan peduli pada pendidikan politik siswa,” katanya.
Mewakili Ketua DPC Demokrat Pangkep, anggota DPRD Pangkep Muhammad Ramli menegaskan bahwa partainya terus membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam politik.
“Demokrat ini partai yang selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan generasi, termasuk Gen Z. Kegiatan seperti ini adalah bentuk komitmen kami mewadahi aspirasi masyarakat, terutama anak muda,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri, yaitu Suhendar (Kabid Poldagri Kesbangpol Pangkep), Syaiful Mujib (Komisioner KPU Pangkep), dan Muhammad Ramli (anggota DPRD Pangkep Fraksi Demokrat).
Komisioner KPU Pangkep, Syaiful Mujib, menekankan bahwa Gen Z merupakan kelompok pemilih terbesar pada pemilu mendatang.
“Kalian ini adalah pemilih terbesar. KPU harus netral, independen, dan profesional. Tapi demokrasi tidak akan berjalan tanpa partisipasi kalian,” katanya.
Menjawab pertanyaan siswa soal isu penyelenggara pemilu yang “main mata”, ia menegaskan pentingnya menjunjung integritas.
“Penyelenggara itu harus konsisten, taat aturan, dan punya komitmen. Kalau integritas dijaga, tidak ada ruang untuk bermain curang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti praktik politik uang yang masih terjadi di masyarakat.
“Salah satu cara menghindari politik uang adalah edukasi. Kita terus sosialisasi agar masyarakat tidak lagi tergiur uang,” tambahnya.
Kabid Kesbangpol Pangkep, Suhendar, mengajak siswa untuk mempertahankan rasionalitas dan idealisme dalam menentukan pilihan politik.
“Tetaplah jadi pemilih cerdas. Gunakan rasionalitas kalian untuk memilih pemimpin yang sejalan dengan nilai dan arah masa depan kalian,” ucapnya.
Sementara itu, Muhammad Ramli berbagi pengalaman pribadi sebagai legislator dan prinsip yang ia pegang selama bertugas.
“Dalam politik, saya selalu mengedepankan kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Tugas wakil rakyat itu memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi,” tegasnya.
Antusiasme siswa terlihat menguat pada sesi diskusi. Berbagai pertanyaan seputar integritas penyelenggara pemilu, peran KPU, hingga cara menghindari politik uang mewarnai jalannya kegiatan.
Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut dinilai membuka wawasan baru bagi siswa, terutama terkait pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi.
Kegiatan pendidikan politik ini diharapkan dapat mendorong Gen Z agar lebih kritis, objektif, dan berani terlibat dalam proses demokrasi di tingkat lokal maupun nasional.
